Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 30 April 2016

kisah



TENGGELAMNYA PENGUASA YANG DURJANA





 Oleh: Ashlih MS.




Ramses II adalah Fir’aun yang memerintah pada zaman nabi Musa as. Dimana sifat Fir’aun ini sangatlah sombong. Sangat bebeda sekali dengan Fir’aun yang memerintah sebelumnya Raja Akhenaten, dimana raja yang satu ini masih memegang teguh ajaran nabi Yusuf as. Yang dulu pernah memerintah Mesir. Fir’aun yang memerintah pada zaman nabi Musa as. Adalah Fir’aun yang menganggap dirinya sebagai tuhan dan harus disembah oleh para penduduknya. Fir,aun mengumpulkan pembesar-pembesar dan kaumnya seraya berkata “akulah tuhanmu yang palig tinggi” (an-Nazi’at: 24).
Pada suatu hari Fir’aun diberitahukan oleh para peramal kepercayaannya tentang mimpi yang dia alami di suatu malam. Para peramalnya memberitahukan bahwa akan ada seorang bayi yang lahir adri suku Apiru yang akan menjauhkannya dari kursi singgasananya. Itulah awal kegilaan Fir’aun untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari suku Apiru. Dan pada saat itu nabi Musa lahir dari rahim seorang ibu yang bernama Yokabed. Namun bayi Musa itu selamat dari ancaman pembunuhan Fir’aun yang keji karena sang ibu mengapungkan bayi Musa tersebut di sungai dan sang kakak mengikutinya. Dan pada akhirnya bayi Musa yang masih merah itu pun sampai di sungai di dekat istana kerajaan dan diketemukan oleh istri Fir’aun yang bernama Asiyah.
Raja Fir’aun awalnya menolak permintaan sang istri yang meminta untuk menjadikan bayi Musa tersebut sebagai anak angkat, namun sang raja tak kuasa menolak permintaan sang istri tercinta dan pada akhirnya sang raja pun mengabulkan permohonan sang istri untuk mengangkat Musa sebagai anak.
Namun ambisi Fir’aun untuk terus membunuh setiap bayi yang lahir dari kalangan Apiru masih terus berlanjut. Hingga setelah sang nabi telah beranjak dewasa dan pada akhirnya sang raja tahu jika bayi yang dia angkat menjadi anak lah sang musuh yang akan menggulingkan tahtanya nanti. Akibat suatu kejadian dimana saat nabi Musa berjalan-jalan bertemu dengan orang yang berkelahi dimana satu sisi adalah suku Apiru dan suku yang lain adalah suku dari Fir’aun. Namun nabi Musa lebih membela suku Apiru dan memukul suku dari Fir’aun tersebut hingga tewas. Saat itu suku Apiru(suku tempat dimana nabi Musa dilahirkan) adalah suku yang direndahkan derajatnya.
Fir’aun yang sombong dan keji itu mengusir nabi Musa dari istana dan berniat mebunuhnya karena nabi Musa as menentangnya dan tidak menganggapnya sebagai tuhan. Raja Fir’aun mengejar nabi Musa dan pengikutnya hingga sampai di laut merah. Dan dengan pertelongan Allah, nabi Musa dan pengikutnya dapat tiba di seberng laut merah karena nabi Musa membelah laut merah agar dapat dilalui. Namun Fir’aun dan pengikutnya  tenggelam di dasar laut karena belum sempat sampai di seberang laut, air yang terbelah tersebut menutup kembali hingga menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya.
Itulah kisah Fir’aun yang sombong dan mengaggap dirinya sebagai tuhan. Kesombongan adalah jubah kebesaran Allah yang haram dikenakan makhluk selainnya, dan Allah akan murka apabila ada yang berusaha merebut jubah kebesarannya.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar