Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 17 September 2016

rehat

PENJAJAHAN DALAM KEMERDEKAAN

Tujuh belas agustus merupakan hari besar dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari dimana Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya untuk pertama kali setelah sekian lama dijajah oleh bangsa asing kurang lebih 350 tahun lamanya. Dimana bangsa Indonesia harus bersabar dari penindasan-penindasan yang terjadi di masa tersebut.

Namun, sekarang Indonesia dapat bernapas lumayan lega. Karena zaman penjajahan yang kejam telah berlalu berkat perjuangan keras para pahlawan Indonesia yang terus berusaha menyelamatkan bumi Indonesia dari tangan kotor para penjajah dan juga pertolangan dan karunia tuhan juga.
Namun, apakah Indonesia memang telah terbebas dari penjajahan?

Fakta
Jika kita lihat dan memperhatikan sekitar, mungkin kita tak menemukan para pnjajah yang selalu menindas rakyat Indonesia padaa zaman dahulu kala. Namun, tanpa kita sadari sebenarnya bangsa Indonesia belumlah sepenuhnya merasakan kemerdekaan yang sejati.

Kita dapat jumpai di sekeliling kita. Kemiskinan, kebodohan, dan krisis moral telah melanda Indonesia. Ini bukanlah penyakit baru, namun ini merupakan penyakit lama yang telah lama bersarang di negeri ini dan harus segera diberaantas.

Saat ini perekonimian Indonesia telah kacau. Menurut Liputan6.com, nilai tukar rupiah ke dollar kambali tertekan ke level 13.133 per dollar AS.(12/8) Namun itu masih dikatakan normal karena nilai tukar rupah dulu hampir mencapai 15.000 per dllar As. Apabila kita membiarkan hal seperti ini, maka nilai tukar rupiah akan semakin erkurang.

Selain masalah ekonomi, Indonesia juga sedang dilanda dengan masalah serius yang lain. Yaitu kebodohan dan moral. Nilai moral bangsa Indonesia semakin buruk. Salah satunya akibat pornografi yang semakin merajalela di mayarakat. Hal ini sangat berbahaya agi generasi muda Indonesia. Bagaimana jadinya Indonesi jika generasi mudanya telah ternodai dengan pornografi?.
Masihkan kita mau mengakui jika Indonesia telah benar-benar merdeka?, Tidak!!!

Membuka Mata
Sadarkanlah diri kita jika kita belumlah sepenuhnya merdeka. Kita bisa saja merasakan kemerdekaan yang kita rasakan tanpa adanya penjajah dari luar. Namun kita juga mesti tahu jika masih ada penjajah berbahaya yang lain.

Kita sebagai masyrakat Indonesia harus peduli terhadap tanah air kita sendiri, tanah tempat kita dilahirkan dan juga tempat kita dibesarkan. Jangan kita sia-sia kan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur di medan perang untuk membela bangsa kita ini.

Untuk generasi muda bangsa Indonesia, dimana sebagai penopang Indonesia, yang akan melanjutkan perjuangn generasi tua harus siap menghadapi bahaya yang akan mengepung di hadapan nanti.
Akankah kita sebagai generasi muda hanya berdiam diri saja melihat kenyataan yang pahit ini?/Ashlih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar