Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 17 September 2016


MENGASAH KEPEDULIAN

Tidak  ada bangunan tanpa pondasi dan tiang. Demikian pun kepedulian kita terhadap sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Dan  Terlebih-lebih terhadap kepada manusia itu sendiri. Kepeduliaan  menurut KBBI “ sangat peduli ,sikap mengidahkan ( memperhatinkan )”.

  Jadi kepedulian adalah bagaimana manusia memperhatikan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya. Entah itu permasalahan-permasalah lingkungan maupun permasalahan yang berkaitan dengan  manusia itu sendiri.

“ barang siapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka”( HR..Hakim ).

Dari hadist Rasulullah SAW, di atas  sangat jelas bahwasanya betapa pentingya mengasah kepedulian kita kepada permasalahan kaum muslimin. Sehinggah akhir hadits di atas ada penekanan bahwasanya” barang siapa tidak perhatian kepada kaum muslimin maka dia  bukan golongan mereka”.

Berbicara masalah iman tidak bisa di lepaskan dari aspek kepudulian. Sebagimana dalam hadits “ tidak beriman seseorang diantara kalian sehinggah ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”( HR.Bukhari dan Muslim ).

Jadi pelajaran yang bisa diambil dari hadits di atas adalah seorang mu’min yang lainnya bagaikan satu  jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri. Contoh kepedulian terhadap sesama adalah meringakan beban permasalahanya atau menjenguk saudara-saudara kita ketika sakit sambil mendo’a agar cepat sembuh.

Dan sudah semestinya, iman di hati kian mengujamkan cara berpikir seperti para ulama Sufi  tersebut. Di sinilah pentingnya mengasah kepedulian kita terhadap sesama.iman di hati akan kurang berfungsi atau tidak sempurna jika tidak ada peduli terhadap sesama.*Kardin Al-Mar’uf Amin.





































rehat

PENJAJAHAN DALAM KEMERDEKAAN

Tujuh belas agustus merupakan hari besar dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari dimana Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya untuk pertama kali setelah sekian lama dijajah oleh bangsa asing kurang lebih 350 tahun lamanya. Dimana bangsa Indonesia harus bersabar dari penindasan-penindasan yang terjadi di masa tersebut.

Namun, sekarang Indonesia dapat bernapas lumayan lega. Karena zaman penjajahan yang kejam telah berlalu berkat perjuangan keras para pahlawan Indonesia yang terus berusaha menyelamatkan bumi Indonesia dari tangan kotor para penjajah dan juga pertolangan dan karunia tuhan juga.
Namun, apakah Indonesia memang telah terbebas dari penjajahan?

Fakta
Jika kita lihat dan memperhatikan sekitar, mungkin kita tak menemukan para pnjajah yang selalu menindas rakyat Indonesia padaa zaman dahulu kala. Namun, tanpa kita sadari sebenarnya bangsa Indonesia belumlah sepenuhnya merasakan kemerdekaan yang sejati.

Kita dapat jumpai di sekeliling kita. Kemiskinan, kebodohan, dan krisis moral telah melanda Indonesia. Ini bukanlah penyakit baru, namun ini merupakan penyakit lama yang telah lama bersarang di negeri ini dan harus segera diberaantas.

Saat ini perekonimian Indonesia telah kacau. Menurut Liputan6.com, nilai tukar rupiah ke dollar kambali tertekan ke level 13.133 per dollar AS.(12/8) Namun itu masih dikatakan normal karena nilai tukar rupah dulu hampir mencapai 15.000 per dllar As. Apabila kita membiarkan hal seperti ini, maka nilai tukar rupiah akan semakin erkurang.

Selain masalah ekonomi, Indonesia juga sedang dilanda dengan masalah serius yang lain. Yaitu kebodohan dan moral. Nilai moral bangsa Indonesia semakin buruk. Salah satunya akibat pornografi yang semakin merajalela di mayarakat. Hal ini sangat berbahaya agi generasi muda Indonesia. Bagaimana jadinya Indonesi jika generasi mudanya telah ternodai dengan pornografi?.
Masihkan kita mau mengakui jika Indonesia telah benar-benar merdeka?, Tidak!!!

Membuka Mata
Sadarkanlah diri kita jika kita belumlah sepenuhnya merdeka. Kita bisa saja merasakan kemerdekaan yang kita rasakan tanpa adanya penjajah dari luar. Namun kita juga mesti tahu jika masih ada penjajah berbahaya yang lain.

Kita sebagai masyrakat Indonesia harus peduli terhadap tanah air kita sendiri, tanah tempat kita dilahirkan dan juga tempat kita dibesarkan. Jangan kita sia-sia kan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur di medan perang untuk membela bangsa kita ini.

Untuk generasi muda bangsa Indonesia, dimana sebagai penopang Indonesia, yang akan melanjutkan perjuangn generasi tua harus siap menghadapi bahaya yang akan mengepung di hadapan nanti.
Akankah kita sebagai generasi muda hanya berdiam diri saja melihat kenyataan yang pahit ini?/Ashlih


the trip

The Trip of SAFARI DAKWAH

Part 1
malam sebelum keberangkatan, para mahasiswa melakukan pelepasan dengan beberapa
ustad 

Pukul dua dini hari, dimana hampir semua makhluk masih dalam naungan mimpi. Namun itu semua tak terlihat pada suasana dalam asrama mahasiswa STAI Luqman al Hakim Surabaya, khususnya semester lima. Terlihat sekali kesibukan yang sedang terjadi. Mereka sedang mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk safari dakwah nanti.
mahasiswa melakukan foto bersama selepas upacara pelepasan

Safari dakwah merupakan kegiatan rutin bagi semester lima mahasiswa STAIL yang dilakukan menjelang hari raya idul adha. Dimana tujuan safari dakwaah itu sendiri diantaranya ialah untuk membantu masyarakat dalam idul qurban nanti. Biasanya mahasiswa akan membantu masyarakat dalam proses berqurban sekaligus melakukan bakti sosial di tempat safari dakwah yang telah ditentukan. Dalam kegiatan tersebut, akan dibantu oleh BMH (Baitul Mall Hidayatullah) dengan menyumbang hewan qurban berupa kambing.
mahasiswa sedang berada di dalam bis yang segera berangkat

Hari itu bertepatan hari sabtu 10 september 2016 atau 8 dzulhijjah 1437 Hijriah, mahasiswa semester lima STAI Luqman al Hakim akan melaksanakan kegiatan safari dakwah. Dan safari dakwah kali ini ialah berlokasi di daerah Tengger . lebih tepatnya desa Argosari, Lumajang, Jawa Timur. Dengan mengambil tema Hidupkan Semangat Qurban di Desa Tengger. Safari dakwah kali ini direncanakan akan memakan waktu sekitar satu minggu.
beberapa mahasiswa sedang berfoto sebelum keberangkatan

Berbeda dengan safari dakwah semester lima tahun lalu yang berlokasi di pulau Talango, Madura. Kali ini safari dakwah dilakukan di daerah pegunungan yang bersuhu ekstrim(lebay). Dimana di daerah Tengger yang berlokasi dekat dengan gunung Bromo dan Semeru ini mayoritas dihuni oleh penganut ajaran Hindu. Dan mereka adalah suku asli Tengger.
rapat sebelum keberangkatan

Di Tengger terdapat alumni STAIL yang telah ditugaskan untuk berdakwah disana. Tersebutlah ustad Afrizal yang merupakan alumni STAIL yang telah lulus tahun 2014 silam dan sekarang sedang ditugaskan di daerah tengger bersama dengan ustad Bukhori yang merupakan alumni STAIL juga.


Pemberangkatan direncanakan pukul tiga dini hari dengan menggunakan bus yang telah dipesan sebelumnya. Harapannya semoga kegiatan kali ini menjadi ladang dakwah dan bernilai ibadah di mata Allah. Semoga kegiatan kali ini sukses dan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. Amiiin/elSiddiq.