MENGASAH
KEPEDULIAN
Tidak ada bangunan tanpa pondasi dan tiang.
Demikian pun kepedulian kita terhadap sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
Dan Terlebih-lebih terhadap kepada
manusia itu sendiri.
Kepeduliaan menurut KBBI “ sangat peduli
,sikap mengidahkan ( memperhatinkan )”.
Jadi kepedulian adalah bagaimana manusia
memperhatikan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitarnya. Entah itu
permasalahan-permasalah lingkungan maupun permasalahan yang berkaitan
dengan manusia itu sendiri.
“ barang siapa
yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada
apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak takut kepada Allah maka
itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian
dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka”( HR..Hakim
).
Dari hadist
Rasulullah SAW, di atas sangat jelas
bahwasanya betapa pentingya mengasah kepedulian kita kepada permasalahan kaum
muslimin. Sehinggah akhir hadits di atas ada penekanan bahwasanya” barang siapa
tidak perhatian kepada kaum muslimin maka dia
bukan golongan mereka”.
Berbicara
masalah iman tidak bisa di lepaskan dari aspek kepudulian. Sebagimana dalam
hadits “ tidak beriman seseorang diantara kalian sehinggah ia mencintai
saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”( HR.Bukhari dan Muslim ).
Jadi pelajaran
yang bisa diambil dari hadits di atas adalah seorang mu’min yang lainnya
bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai
saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri. Contoh kepedulian
terhadap sesama adalah meringakan beban permasalahanya atau menjenguk saudara-saudara
kita ketika sakit sambil mendo’a agar cepat sembuh.
Dan sudah
semestinya, iman di hati kian mengujamkan cara berpikir seperti para ulama
Sufi tersebut. Di sinilah pentingnya
mengasah kepedulian kita terhadap sesama.iman di hati akan kurang berfungsi
atau tidak sempurna jika tidak ada peduli terhadap sesama.*Kardin Al-Mar’uf
Amin.